Minggu, 18 Agustus 2013

Wanita Gangguan Jiwa Penyapu Sampah ( Tamara )

Untuk kalian orang Pringsewu, kalian sering menghibur diri dengan teman-teman atau keluarga kalian di Pendopo kan? Pasti kalian pernah. Memang di Pendopo ini sudah banyak perubahan, Tugu/Monumen sudah dibenahi, sudah ada air pancur, dan GSG (Gedung Serba Guna) sudah menjadi kantor DPRD Pringsewu sekarang, dan banyak lagi.







   

Tuh, bandingkan yang dulu (kiri) dan baru! Perubahan-perubahan itu memang sangat berguna. Tetapi dibalik semua perubahan itu, pernah kamu melihat seorang wanita yang selalu menyapu dan tidur di Pendopo itu? Ya, dia seorang Ibu dan wanita yang mengalami gangguan jiwa. Beliau bernama Tamara, mungkin umurnya sudah menginjak sekitar 40 tahun lebih. Beliau selalu menyapu sampah-sampah yang disebabkan oleh remaja-remaja Pringsewu yang nakal itu. Ia tidur di lapangan dan beralaskan kain-kain sederhana, tanpa atap dan dinding. Pernah suatu ketika, saya melihatnya tidur ketika hujan. Sungguh kasihan melihatnya tapi belum bisa berbuat apa. Pernah berpikiran, bahwa beliau tidak di bawa ke panti rehabilitasi karena ada manfaatnya bagi Pendopo. Saya membenarkan hal itu. Tapi, kalau memang seperti itu, seharusnya Ibu yang mengalami gangguan jiwa itu juga diberi fasilitas. Ntah itu rumah, pakaian, pangan, dll. Kebutuhan primernya harus dibantu. Mana gerakan dari pemerintah? Seharusnya pemerintah Pringsewu menjamahnya. Miris sekali, ada wanita gangguan jiwa yang tidur dekat kantor pemerintah, tapi tidak pernah ada yang memperhatikannya. Belum pernah saya mendengar hal dari pemerintah untuk Ibu Tamara. Mau bagaimanapun, Ia juga manusia dan memiliki HAM. Dan kita sebagai manusia, harus membantunya juga. Respect fot Tamara, Ibu yang mulia. Penyapu jalan yang mengalami gangguan jiwa. Semoga tulisan kecil ini berguna bagi teman-teman, khususnya untuk Pemerintah dan Masyarakat Pringsewu. Foto Ibu Tamara akan menyusul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar