Rabu, 21 Agustus 2013

Ladin Sihaloho

Ada seorang yang sangat bijaksana, sungguh mulia hatinya, Ia bernama Ladin Sihaloho. Tidak lain tidak bukan, Ia ayahku. Beliau sungguh bersahabat dengan siapa saja. Ia memiliki banyak teman dimanapun Ia melakukan ruitinitasnya. Ia juga sosok yang ramah, lembut, sehingga banyak mantan muridnya yang sungguh menyayanginya dan menghormatinya. Ia juga menjadi guru favorit dengan tempat Ia mengajar dahulu. Sampai-sampai ada muridnya yang ingin menjadi guru Kimia karena ayahku. Aku tahu hak itu dari adik kelasku yang diajar oleh guru itu. Beliau memang sungguh luar biasa, perkataanya sedikit, namun besar bukan main maknanya. Itu yang diungkapkan oleh salah satu mantan guru SD ku dulu. Ayahku memang dekat dengan Pak Dani. Ntahlah mengapa saat aku berlibur dengannya di Sumatera Utara, Ia meninggalkan aku, ibuku, adikku dan dunia ini untuk selamanya. Sungguh pedih masa-masa itu. Ia sengaja mengajak aku dan keluargaku untuk ke Sumatera Utara, karena Ia ingin anak-anaknya melihat tanah kelahirannya sebelum beliau meninggal. Ayahku sudah tahu bahwa Ia akan meninggal pada bulan itu juga. Waktu itu bulan Juni tahun 2010. Ini sesuai dengan pengakuan yang diungkapkan oleh kakak dari Ayahku, beliau berkata bahwa Ayahku memberi tahu bahwa Ia akan meninggal di bulan itu juga. Sungguh sedih ketika mendengarnya. Air mata aku tahan sekuat-kuatnya ketika itu. Liburan waktu diawali dengan suka, canda dan tawa tanpa adanya duka. Namun dibalik semua itu terjadilah hal yang tak kuduga selama ini, Ayahku meninggal karna penyakit yang sudah diderita sejak 10 tahun yang lalu. Itu menjadi pelajaran terbesar bagiku. Aku sangat terpukul atas kepergiannya yang tak kuduga itu. Bapak, Kevin rindu pelukmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar